Tampilkan postingan dengan label Hukum & Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum & Kriminal. Tampilkan semua postingan

9/22/22

Terbitkan Sertifikat Nama Orang Lain, Eks Pegawai Pertanahan dan 3 orang Ditetapkan Tersangka



Ternate – FBINEWS 

Kasus dugaan pemalsuan surat akta autentik tanah atau mafia tanah di Desa Nusliko Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Maluku Utara (Malut) terbongkar, Kamis (22/9/2022).

Ke empat orang itu ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara (Malut) mulai dari oknum mantan PNS pada Kantor Pertanahan Halteng, Kepala Desa Nusliko hingga dua warga sekitar.

Dari empat tersangka mafia tanah yang ditetapkan Ditreskrimum Polda Malut, yaitu, Wengky Lukius Togo eks pegawai BPN Halteng, kepala desa Nisliko Yermia Inik, Umar Baay dan Dani Isnanto Baay.

Kabid Humas Polda Malut, Kombes (Pol) Michael Irwan Thamsil didampingi Kabag Wasidik Ditreskrimum Polda Malut, AKBP Hengky Setiawan mengatakan, tindak pidana pemalsuan surat palsu ini terjadi dalam kurun waktu bulan Agustus 2018 hingga Februari 2019.

“Para tersangka ini memasukan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik hingga timbulnya sertifikat hak milik baru didalam bidang tanah yang telah dilekati dengan bukti kepemilikan sah berupa SHM No. 03 tahun 1969 atas nama Hadijah Assagaf dan SHM No. 04 tahun 1969 Faris Assagaf,” ungkapnya.

Jadi sertivikat tanah yang diduga dilakukan secara ilegal tersebut dilakukan melalui program strategis Nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018 sehingga korban Idrus Assagaf mengalami kerugian atau kehilangan hak penguasaaan dan hak materi.

Menurutnya, dari keterangan palsu yang diberikan para tersangka untuk melengkapi administrasi PTSL itu, oknum eks BPN Halteng telah menerbitkan 271 sertifikat.

“Padahal objek bidang tanah tersebut semula telah dilekati dengan bukti kepemilikan sah berupa SHM sementara No. 03 tahun 1969 atas nama pelapor Hadijah Assagaf dan Fariz Assagaf,” katanya.

Michael menjelaskan, tanah di desa Nusliko itu milik M. Abdullah Assagaf ayah korban sejak tahun 1965 sebagai lahan pertanian, kemudian tahun 2009 tersangka Umar Bay masuk menyerobot dan menguasai lahan tersebut sampai dengan saat ini bahkan telah mengalihkan hak kepemilikan menjadi hak miliknya secara illegal atau melawan hukum bekerja sama dengan tiga tersangka lain.

Disebut Michael, dalam kasus mafia tanah di Halteng yang diungkap, sejauh ini belum ada dugaan keterlibatan oknum BPN lain karena pemalsuan tersebut dilakukan oleh para tersangka untuk melengkapi persyaratan PTSL.

“Untuk sejauh ini belum ada tersangka lain, dan kalau ada pasti akan kami dalami,” tegasnya.

Kata Michael, saat ini perkara tersebut telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Malut dan akan dilimpahkan tahap II ke JPU pada Kamis 6 Oktober 2022.

“Dalam kasus ini, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 264 ayat (1) ke-1, subsider pasal 263 Juncto pasal 55 ayat (1) dan (2) KUHPidana,” pungkasnya.

ILON HI.M MARSAOLY

9/21/22

Captikus Bakar Manyala Diamankan Mantan Kapolsek Gane Timur dan Tim Polda Malut


Sofifi – FBINEWS 

Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Maluku Utara (Malut), kembali mengamankan ratusan kantong minuman keras (Miras) jenis cap tikus, Rabu (21/9/2022).

Selain ratusan kantong miras, tim Subditgasum Ditsamapta Polda Malut yang dipimpin Iptu Zulkifli Machmud, juga berhasil mengamankan satu terduga pemilik miras dengan inisial HK (40).




Ratusan kantong miras jenis cap tikus beserta terduga pemilik tersebut, diamankan saat tim patroli Subditgasum Distsamapta melakukan patroli rutin di seputaran Kota Sofifi.

Kepada FBI.News.net, Iptu Zulkifli Machmud menyampaikan, saat melaksanakan patroli, tim melihat seorang pemuda yang sedang mengendarai sepeda motor merek Honda GTR warna Merah hitam No Pol: DG 3894 XX membawa barang bawaan yang diduga kuat merupakan minuman keras.

Dari gerak geriknya yang mencurigakan itu, tim Patroli langsung memberhentikan pengendara dan memeriksa isi dari barang barang bawaannya.

“Setelah diperiksa, ternyata barang tersebut berisi cap tikus bakar menyala sebanyak 200 Kantong plastik yang di isi dalam 2 karung beras ukuran 25 kg dan 2 tas pakaiaan,” jelasnya 

Sementara itu, Kabidhumas Kombes Pol Michael Irwan Tamsil mengatakan, dari hasil interogasi awal di TKP, pelaku membeberkan bahwa barang tersebut dibawa dari Halmahera Barat (Halbar) melintasi jalan darat dengan tujuan ke rumahnya di Desa Lola, Kecamatan Oba Tengah untuk dijual belikan.

“Untuk terduga pemilik dan barang bukti sudah diamankan di Mako Ditsamapta Polda Malut di sofifi guna dimintai keterangan dan di proses sesuai hukum yang berlaku,” tutupnya.

ILON HI.M MARSAOLY

8/31/22

Empat Terduga Pelaku Bom Ikan di Desa kukupang Kecamatan Kepulauan Joronga Diamankan Tim Gabungan Polda Malut


Halsel - Fbinews



Empat orang nelayan di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) diamankan TNI-AL bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Malut.

Empat nelayan tersebut, diamankan karena diduga melakukan aktivitas Destruktif Fishing atau menangkap ikan menggunakan bahan peledak diwilayah perairan Joronga, sekitar pukul19:15 Wit tepatnya di desa Kukupang, Selasa (30/8/2022).

Empat nelayan dengan inisial masing-masing, LR, (26), RS (31), MF (28), IJ (37thn) tersebut merupakan warga yang berdomisili di desa Kukupang, Kecamatan kepulaun Joronga Kabupaten Halsel.



Anggota pos Polairud Bacan, Briptu Muh Ridwan saat di konfirmasi melalui via Handphone, Rabu (31/8/2022) membenarkan informasi tersebut.


Ia, usai kami dengan anggota TNI-AL melakukan pengintaian di TKP selama 2 hari, para terduga berhasil kami amankan, ungkapnya.

Lanjut briptu,Ridwan mengatakan, untuk sementara, para terduga pelaku ini diberikan teguran hukum tindakan fisik terukur, dan membuat surat pernyataan keras diatas kertas meterai,sebagai bukti teguran yang menjadi acuan bagi pelaku tersebut.

Apabila yang bersangkutan masih mengulanginya maka kami tidak akan main-main untuk menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,dan juga apabila ada oknum yang tidak mengindahkan teguran ini maka kami akan mencari ke 4 pelaku yang kami beri tugas dan tanggung jawab,untuk sama sama mengawasi, tutupnya.

8/30/22

Polda Malut Berhasil Mengamankan 11 Pelaku Penyalagunaan BBM Subsidi

Malut – FBINEWS


Kepolisian Daerah Maluku Utara mengamankan sebelas orang yang terbukti melakukan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak atau BBM subsidi.


Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes. Pol. Michael Irwan Thamsil S.I.K., mengatakan dalam penangan enam kasus penyalagunaan BBM subsidi di empat Polres itu terdapat 11 pelaku berhasil diamankan, pada Senin (29/08/2022).

Adapun penyalahgunaan BBM subsidi tersebut tersebar di beberapa wilayah di Maluku Utara yaitu Polres Ternate menangani dua kasus, Halmahera Tengah dua kasus, Halmahera Selatan satu kasus.

Selanjutnya kasus tersebut ditangani oleh Polres Tikp dengan satu kasus dan 11 tersangka. Polres Ternate menangani tiga pelaku yaitu NP (27), YW (48) dan AP (31). Halmahera Tengah menangani dua orang pelaku yaitu MM (28) dan ABL (22), kemudian Halmahera Selatan mengamankan empat tersangka yaitu RS, S, J (46) dan YH (30). Terakhir Polres Kepulauan Sula menangkap dua orang yaitu S dan U.

Kabid Humas Polda Malut menerangkan bahwa dalam penangan kasus penyalagunaan BBM tersebut berhasil ditemukan beberapa barang bukti berupa satu mobil tank berisi BBM subsidi berjenis solar sebanyak 12,000 liter ditemukan di area camp Posi-Posi PT BB Kabupaten Halmahera Selatan.

Kemudian ditemukan juga 1,250 liter BBM berjenis minyak tanah yang dikemas dalam 50 jerigen, pertalite sebanyak 750 liter dalam 30 jerigen dan BBM jenis dexlite sebanyak 5,000 liter.

Sejumlah kendaraan juga turut diamankan yaitu sebuah mobil tangki berwarna merah dengan nomor polisi DG 8140 KU, satu kendaraan Calya berwarna putih dengan nomor DW 1650 LQ, dan mobil pickup dengan Nopol DG 8273 KC.

Selanjutnya Kapolres Ternate AKBP Andik Purnomo Sigit mengatakan bahwa pihaknya sudah turun dan memonitor langsung terkait kasus penyalahgunaan BBM subsidi tersebut, ia mengatakan akan semakin memperkuat pengawasan terkait penyaluran BBM bersubsidi.

Ia juga menambahkan bahwa hingga kini belum ditemukan adanya bekingan (orang dalam) yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi ini, dan jika ditemukan maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Untuk saat ini belum ditemukan ada anggota yang beking distribusi BBM subsidi dan apabila ditemukan, tentunya sesuai dengan komitmen Kapolda akan ditindak tegas yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung terhadap kegiatan di wilayah hukum Polda Maluku Utara,” ungkap Kapolres Ternate.

Atas perbuatannya sebelas pelaku dijerat dalam Pasal 53 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas.

Source : humaspolri

8/29/22

Polres Halsel Ungkap 4 kasus Atensi Kapolri, Penyalahgunaan BBM subsidi hingga Judi

 


Halsel - Fbinews

Dalam kurun waktu kurang dari satu minggu, Polres Halsel berhasil mengungkap beragam kasus yang menjadi atensi Kapolri.

Kapolres Halsel, AKBP Herry Purwanto, S.H., S.I.K., M.I.K yang didampingin Waka Polres Kompol Mirsan Yassin, S.H., Kabag Ops AKP Rasyid, S.H, Kasat Reskrim IPTU Aryo Dwi Prabowo, S.T.K., S.I.K., dan Kasat Narkoba IPTU Mardan Abdurahman, S.H., menuturkan, kasus yang diungkap berupa 2 kasus perjudian yaitu judi online dan judi darat, 2 kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.



“Menindaklanjuti arahan dari Bapak Kapolri dan Kapolda Maluku Utara, termasuk kepada seluruh Polres untuk kembali meningkatkan kegiatan-kegiatan kepolisian terhadap sasaran prioritas,” ujar Kapolres Halsel kepada awak media saat Konferensi Pers di Ruang Reskrim, (Senin 29 Agustus 2022).

Dikatakannya, 4 kasus tersebut diungkap dalam rentang waktu satu minggu. 2 kasus perjudian yang diungkap pada lokasi dan waktu yang berbeda. Yakni judi darat pada Sabtu 20 Agustus 2022 dengan TKP di Desa Buton Kec. Obi Kab. Halsel dengan tersangka EH (42) dan di kenakan pasal 303 KUHPidana dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara sedangkan barang bukti yang di amankan 1 unit Hp Merk Vivo Y12, 2 buku rekapan nomor tegel dan rekapan pemasangan, uang dengan jumlah Rp. 1.352.000 ( satu juta tiga ratus lima puluh dua ribu rupiah ) dengan berbagai pecahan.

Kasus kedua judi online terjadi pada hari Sabtu 27 Agustus 2022 di Desa Sayoang Kec. Bacan Timur dengan tersangka OHK (32) yang melanggar pasal 303 dengan ancaman 10 tahun penjara atau Pasal 27 ayat (2) jo pasal 45 ayat (2) Undang - undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang - undang RI Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda paling tinggi Rp 1.000.000.000 ( 1 miliar Rupiah ) sedangkan barang bukti yang diamankan 1 unit Handphone samsung A21S, 1 kartu ATM Bank BNI dan uang tunai Rp. 1.310.000, - ( satu juta tiga ratus sepuluh ribu ruliah ) dengan berbagai pecahan.

Dua Kasus berikutnya adalah kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi dengan waktu yang sama pada hari Kamis tanggal 25 Agustus 2022 Yang terjadi di Desa Babang Kec. Bacan Timur Kab. Halsel dengan tersangka S (42) dan barang bukti yang diamankan 13 jerigen 25 liter berisi solar yang melanggar pasal 55 Undang- undang RI nomor 2022 tahun 2021 tentang minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah di perbaharui dalam undang - undang RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000, ( enam puluh miliyar rupiah )

sedangkan kasus ke dua terjadi di desa Batonam Kec. Gane Timur Kab. Halsel dengan tersangka SB (36) dengan barang bukti BBM jenis solar subsidi sebanyak 11 ton yang melanggar pasal 55 Undang- undang RI nomor 2022 tahun 2021 tentang minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah di perbaharui dalam undang - undang RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000, ( enam puluh miliyar rupiah )

“Sesuai dengan arahan bapak Kapolri dan Kapolda Malut kita fokus pada kejahatan-kejahatan khususnya kasus yang sudah menjadi atensi. Kita juga terus mengupayakan penindakan-penindakan yang menjadi penyakit masyarakat. Sehingga diharapkan situasi kamtibmas di Halsel terus aman dan kondusif,” pungkasnya.

Polres Halsel juga mempunyai tim Saber Miras yang bekerja tiap hari dalam pemberantasan miras di kab. Halsel yang bertujuan agar peredaran miras di Halsel dapat di tekan menjelang pilkades, pilkada dan Pilpres nantinya sehingga kab. Halsel menjadi kondusifitas.

Selain itu Polres Halsel juga sudah menyediakan pelayanan Quick Response nomor pengaduan masyarakat yang akan di layani selama 1x24 jam non stop yang dapat melayani masyarakat Halsel melalui Watsapp, Sms, telepon dan mendatangi langsung ke Polres Hals jika menemukan atau mengetahui berbagai tindak Pidana maupun pelanggaran yang terjadi di wilayah Halmahera Selatan."ucapnya"

8/24/22

Uang Ratusan Juta Bikin Gelap Mata Oknum Brimob, Akhirnya Ditangkap Polda Malut di Jabar

 


Ternate – FBINEWS

Satu tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang ditetapkan Dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) akhirnya diringkus Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara (Malut).

Oknum Brimob tersebut bernama Bripka  Ipin Umasangaji (34 tahun) yang bertugas di Kompi Brimob Kepulauan Sula, itu diamankan di kawasan Perumahan Harapan Baru Jl. Manggis RT.005/RW.018, Kota Baru, Kec. Bekasi Barat,Kota Bekasi, Jawa Barat pada, Rabu (24/8/2022) Pukul 02.40 WIB dini hari.



Dia diringkus berdasarkan Nomor: DPO/11/V/2022/Ditreskrimum dan sesuai Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/93/1X/2021/MALUT/SPKT dengan pelapor, Sunarnegsih pada 28 September 2021.

Terduga tersangka yang juga merupakan oknmum anggota Brimob Polda Malut ini dipolisikan atas kasus dugaan tindak pidana penipuaan dan penggelapan uang senilai Rp.520.000.000 dengan janji akan mengembalikan dalam jangka waktu yang ditentukan namun tidak dikembalikan.

Terkait tangkapan itu, Juru bicara Polda Maluku Utara, Kombes Pol Michael Irwan Tamsil ketika dikonfirmasi media ini, membenarkan.

“Ipin, tersangka yang sudah ditetapkan DPO itu telah diamankan di Jawa Barat oleh Ditreskrimum Polda Malut dan selanjutnya akan dibawah ke Ternate untuk di proses,” pungkasnya 

Disebut Michael, saat ini, terduga tersangka akan di bawah ke Ternate menggunakan pesawat Batik Air yang berangkatnya dari Jakarta pada Hari Rabu 24 Agustus 2022, Pukul 02.40 WIB dan akan tiba di Ternate, Rabu 24 Agustus 2022 Pukul 08.30 WIT.

ILON HI.M Marsaoly

8/22/22

Oknum TNI yang Terlibat Minyak Tawon Ilegal, Polda Malut Akan Koordinasi Dengan POM


Ternate – FBINews.net 

Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut), berjanji akan melakukan koordinasi kepada pihak TNI atas ungkapan satu kasus yang diduga melibatkan oknum anggota TNI.

Hal itu disampaikan langsung Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes (Pol), Michael Irwan Thamsil.

Menurutnya, untuk kasus yang melibatkan oknum anggota TNI itu ditangani oleh Polsek Ternate Selatan.

Untuk kasus tersebut sudah sesuai dengan Laporan Polisi (LP) pada 14 Agustus 2022 dengan tiga orang tersangka.

"Jadi produksi minyak tawon ilegal itu,
kegiatan mereka sendiri, berlangsungnya di dalam rumah," ungkap Kabidhumas Polda Malut, Kombes (Pol) Michael Irwan Thamsil, Senin (22/8/2022).

Michael bilang, untuk lama operasi sendiri itu sejak bulan April 2022 dan kurang lebih sudah 5 bulan bisnis tersebut sudah berjalan.

Dari hasil penyelidikan juga barang bukti minyak tawon ilegal ini sudah beredar di seluruh Maluku Utara, khusus di daratan pulau Halmahera.

Dalam keterlibatan oknum anggota TNI itu, kata Kabidhumas, pihaknya akan menindak lanjuti dan menyelidiki lebih dalam.

Kalau benar ada keterlibatan oknum anggota TNI, maka Polda Malut akan berkoordinasi dengan pihak Denpom XVI/1 Ternate.

"Akan kami koordinasikan dengan pihak POM jika benar ada keterlibatan oknum anggota TNI dalam pengungkapan kasus minyak tawon Ilegal yang di tanggani Polsek Ternate Selatan," ujarnya.

Ditempat terpisah, Pasi Gakum Denpom XVI/1 Ternate, Kapten Cpm Candra saat dikonfirmasi, menyebut pihaknya siap membuka diri jika ada koordinasi dari pihak Polda Malut dalam pengungkapan kasus yang ditanganinya melibatkan oknum anggota TNI.

"Kami selalu siap menerima koordinasi dari pihak Polisi jika ada keterlibatan oknum anggota TNI dalam pengungkapan kasus yang mereka tanggani," kata Candra, saat di hubungi wartawan melalui Telepon genggamnya.

Candra menyebut, Denpom XVI/1 Ternate siap menunggu Koordinasi dari Polda Malut, jika dari hasil koordinasi benar ada keterlibatan oknum anggota TNI, maka Denpom XVI/1 Ternate juga akan koordinasi dengan pimpinan.

Jika ada keterlibatan oknum anggota TNI, maka jelas akan ditindaklanjuti dan itu akan disampaikan ke pimpinan.

"kami akan tunggu koordinasi dari Polda Malut, jika sudah kami terima, pasti kami akan lapor ke pimpinan untuk ditindak lanjut," tutupnya 

ILON HI.M Marsaoly

7/31/22

Penjual Captikus di Lampu Merah Prima Kota Ternate Melarikan Diri Saat Razia


Ternate–FBINEWS

Satuan Samapta Polres Ternate, Maluku Utara (Malut) mengamankan minuman keras (Miras) jenis Cap Tikus yang diduga ilegal di Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Kota Ternate Tengah.

Miras yang diduga ilegal itu diamankan Personel Sat Samapta Polres Ternate sekitar pukul 23.30 Wit, di lampu merah prima foto arah ke barat sampai jalan masuk menuju lemon inn, ketika itu personel Sat Sabhara melakukan patroli rutin.



“Dari kegiatan razia miras yang dilaksanakan oleh personel Sat Samapta, berhasil menyita sebanyak 40 kantong plastik miras jenis captikus,” kata Kasat Samapta Polres Ternate, Iptu Rusli Hanafi saat dihubungi wartawan FBI.News.net pada Minggu (31/7/2022).

Dikatakan Rusli, temuan miras diduga ilegal tersebut didapat berdasarkan laporan dari masyarakat. Berdasarkan laporan tersebut, pihaknya kemudian melakukan pengecekan ke lokasi yang dimaksud.

Setelah dilakukan pengecekan dalam kegiatan razia malam minggu, ternyata benar di lokasi tersebut ada yang menjual minuman keras dan pihaknya langsung melakukan penyitaan puluhan kantong plastik miras disudut pagar ruko, tetapi pemiliknya melarikan diri pada saat mengetahui adanya patroli.

“Ya Setelah dicek ke lokasi ternyata benar, ada penjualan minuman keras dan kami pun melakukan penyitaan, tetapi pemiliknya melarikan diri karena mengetahui adanya patroli,” ungkap Rusli.

Dirinya melanjutkan, berdasarkan hasil pengecekan, diduga kuat miras tersebut ilegal. Apalagi tempat penjualannya tertutup dan cukup mencurigakan.

“Ilegal, jualannya juga tertutup, makannya kita lakukan penyitaan dan
barang bukti miras langsung kita amankan semuanya ke Mako Polres Ternate,” sebut Rusli.

Dikatakan Rusli, pihaknya akan terus melakukan razia serupa. Karena dinilai  rawan akan aktivitas yang meresahkan masyarakat, razia ini dilakukan untuk
meminimalisir terjadinya gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dan menjaga suasana  kondusif di Kota Ternate.

“Kami akan terus continue. Mudah-mudahan di malam minggu atau malam-malam lain juga, untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat agar suasananya di Kota Ternate semakin kondusif,” pungkasnya. 

ILON Hi.M Marsaoly

7/28/22

Merasa Tidak Nyaman Namanya Disebutkan, Salah Satu Perwakilan Wartawan Fbinews Halsel Akan Melaporkan Salah Satu Warga Desa Mandaong.




Halsel - Fbinews


Salah Satu Warga Desa Mandaong Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan ( Halsel ) Maluku Utara ( Malut ) Berinisil B Akan dipolisikan oleh  perwakilan Wartawan Fbinews Kabupaten Halmahera Selatan dipolres halmahera selatan.


Kejadian bermulah dari Acara Ronggeng di dusun satu (1) Rt satu (1) komplek dinas kesehatan Jalan teratai desa mandaong pada pukul 1.45 tengah malam Wit kamis 28/7/2022


Saudara B merasa tidak puas karana acara Ronggeng tersebut di tutup oleh pihak keluarga ( Tuan Rumah ) sehingga dengan pengaru minuman keras ( Miras ) B melampiskan kan kemarahan alias kekasalan nya dengan menendang kursi - kursi yang berada di sekitar acara Ronggeng mengakibatkan kursi berhamburan.



Dengan pengaruh minuman keras nya saudara B menendang Kursi dan dilihat oleh Dendi Sapaan akrab nya berusaha menegurnya, bukan merasa bersalah melahan B balik menampar muka nya dendi sehingga dendi juga balik menyerang tapi di larai oleh teman" nya.


Dari Kejadian itu juga Salah Satu perwakilan pengurus Wartawan Fbinews Halsel LM. Tahapary namanya disebutkan bahkan di teriakan oleh saudara B yang di pengaruhi oleh miniman keras dengan kalimat LAKI - LAKI TIDUR FRUK KELUAR  sambil memegang  kursi jualan serta masuk dipekarangan rumah membanting kursi hingga patah" dan melemparnya di teras rumah LM. Tahapary dan juga kenah pintuh depan.


Atas insiden tersebut, Perwakilan Wartawan Fbinews Halmahera Selatan Merasa tidak nyaman namanya dikaitakan dengan tutupnya Acara Ronggeng sehingga mengancam akan melaporkan saudara B di polres halmahera selatan.


Tutup nya acara Ronggeng tersebut atas permintaan keluarga yang punya acara atau tuan rumah.

6/29/22

Jual Ganja, 1 Pemuda di Tangkap Sat Narkoba Polres Ternate


Ternate - FBINEWS


Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Ternate kembali mengungkap peredaran Narkoba Jenis Ganja jelang hari Bhayangkara ke-76,

serta berhasil mengamankan 1 (Satu) orang yang di duga kuat sebagai pengedar narkoba jenis ganja di Kelurahan Ngade Kecamatan Ternate Selatan, Maluku Utara.


Kapolres Ternate AKBP Andik Purnomo Sigit, S.H.,S.I.K.,MM melalui Kasihumas Polres Ternate Ipda Wahyuddin ketika dikonfirmasi media melalui pesan Whatsapp, Rabu (29/6/2022) membenarkan hal tersebut, dan kini terduga pelaku berinisial R 21 tahun juga barang bukti narkotika jenis ganja yang diamankan dari tangan terduga tersangka sebanyak 2 (Dua) paket kecil dengan berat bruto 1,52 gram.


Untuk Kronologis penangkapannya, bermula dari laporan masyarakat, sehingga tim Resmob unit 1 yang dipimpin Ipda Ni Made Chandra Dewi, S.Tr.K melakukan pengintaian dilokasi dimana diamankannya terduga pelaku mengambil barang bukti jenis ganja.

Pelaku datang mengambil barang bukti narkoba jenis ganja di Kelurahan Ngade Kecamatan Ternate Selatan.


"Setelah pelaku mengambil barang tersebut, Tim Resmob langsung membekuk dan menggeledah terduga pelaku dan berhasil menemukan sebungkus rokok berisikan 2 paket kecil yang diduga kuat berisikan ganja," jelas Wahyuddin 


Selanjutnya terduga pelaku diamankan beserta barang bukti ke Polres Ternate untuk dimintai keterangan.


Ketegasan Wahyuddin dari penangkapan tersebut, pihaknya masih akan terus melakukan penyelidikan guna mengetahui apakah ada tersangka lain selain yang sudah diamankan.


“Dijerat terduga tersangka dengan pasal 114 ayat (1) atau pasal 111 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling sedikit 4 tahun penjara." pungkasnya.


ILON HI.M MARSAOLY

6/20/22

Lagi-Lagi Minuman Keras 349 Karung Siap Edar Asal China Gemparkan Maluku Utara


 

Ternate–FBI.News.net 


Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) terus melakukan razia peredaran minuman keras (miras), untuk menciptakan wilayah Malut bersih tanpa minuman keras.


Pada Kali ini tim Patroli Subdit Gasum Dit Samapta Polda Malut mengamankan 349 Karung Minuman Keras yang Berasal dari China.




Kabidhumas Polda Malut Kombes Pol. Michael Irwan Thamsil S.I.K ketika di konfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut.


Dari penjelasan Kabidhumas Polda Malut, razia miras ini bermula dari laporan masyarakat bahwa ada satu unit mobil truk warna merah dengan nopol DG 9191 K yang terparkir di pelabuhan feri bastiong ternate akan membawa minuman keras tujuan Perusahan IWIP Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).


“Berdasarkan informasi tersebut Tim Patroli Subdit Gasum Dit Samapta Polda Malut yang di pimpin Ka Tim IPTU Zulkifli Machmud S.H, M.H bergerak menuju Lokasi Pelabuhan Feri Bastiong dan menemukan mobil yang di maksud selanjutnya tim melakukan pemeriksan di mobil tersebut,” terangnya 


Ketika diperiksa, tim Patroli menemukan 349 karung minuman keras yang berasal dari China dengan jenis minuman keras yaitu jenis Snow Bir (Biru)169 karung dan jenis Tsingtao (Hijau) 180 karung.


“Untuk barang bukti miras dan supir truk di bawah ke Mako Dit Samapta Polda Malut guna di mintai keterangan lebih lanjut,” ucapnya


Kabidhumas juga mengajak warga masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam memberantas minuman keras (Miras) dengan segera menginformasikan kepada petugas kepolisian terdekat jika mengetahui adanya peredaran miras.


“Jika ada masyarakat mengetahui warga yang mencurigakan atau tindakan lainnya yang berhubungan dengan tindakan melawan hukum segera dilaporkan ke kantor polisi terdekat, kami akan respons dengan cepat,” tutup

Kombes Pol. Michael Irwan Thamsil S.I.K. Minggu (19/6/2022).


ILON HI.M Marsaoly

6/17/22

POLDA MALUKU UTARA GELAR PERSS RELEASE PENGUNGKAPAN 3 KASUS NARKOBA



Malut –FBINEWS 

Polda Maluku Utara dalam hal ini Direktorat Resnarkoba menggelar siaran pers atas keberhasilan mengungkap 3 kasus Narkotika, bertempat di Kantor Direktorat Resnarkoba Polda Malut, Kamis (16/06/2022).


Dalam Siaran Pers tersebut Dir Resnarkoba Polda Malut Kombes Pol. Tri. Setyadi Artono, SH, SIK, MH Dibantu Kabid Humas Polda Malut Kombes Pol. Michael Irwan Thamsil, SIK, Kabagbinopsnal AKBP Agung Cahyono, SIK dan Kasubdit I Kompol. Muhammad Jabir S.Sos.


Kabidhumas Polda Malut memulai press release ini, menyampaikan kepada para awak media bahwa hari ini dilaksankan kegiatan Pres Release Pengungkapan kasus Narkoba Polda maupun miras di bulan Juni Menjelang Hari Bhayangkara.




“Ada 3 Kasus yang berhasil di Ungkap Direktorat reserse narkoba dengan total Tersangka yaitu 3 Orang tersangka” ujarnya


Kasus pertama yaitu pada tanggal 8 Juni 2022 bertempat di Jl. Raya Keluragan Akehuda dan Rumah Terlapor RT 002 RW 001 Kel. Dufa Dufa Kec. Ternate Utara, tim Dit resnarkoba Polda berhasil membuat awal IK alias D, 39 Tahun dengan Barang Bukti : 122 bungkus Narkotika jenis ganja, 1 bungkus sedang Narkotika jenis ganja, 16 bungkus besar Narkotika jenis ganja dan 1 buah HP.


“Ungkapan yang kedua, pada tanggal 9 Juni 2022 bertempat di area Pelabuhan Speed ​​Boat Desa Loleo Kec. Oba Tengah Kota Tidore Kepulauan dengan tersangka MRI alias I, 21 Tahun dengan Barang Bukti berupa : 10 sachet plastik narkoba jenis ganja dengan berat bruto 12,13 gram, 1 lembar kertas koran, 1 buah kantong plastik warna putih, 1 buah celana pendek dan 1 buah dus kue lapis terbungkus lakban warna coklat serta 1 buah HP” tutur Kabid.


Pengungkapan ketiga pada tanggal 12 Juni 2022 bertempat di Depan Kantor J&T Weda Desa Nurweda Kec. Weda Kabupaten Halmahera Tengah, tim Dit Resnarkoba berhasil membuktikan inisial MSL D, 22 Tahun dengan Barang Bukti 2 sachet plastik bening ukuran sedang berisi jenis Narkotika Sintesis dengan berat bruto 14 gram, 1 kantong buah bungkus plastik paket kiriman berwarna hitam, 1 buah potongan baju warna hitam dan 1 buah Handphone.


"ketiga pelaku akan dikenakan pasal 111 ayat (1), pasal 112 dan pasal 114 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukum penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara" tulisnya.


Lebih lanjut kabidhumas menambahkan, selama periode bulan Januari hingga Juni Direktorat Resnarkoba Polda Malut dan jajarannya juga berhasil Mengamankan Barang Bukti Narkotika dan Miras di berbagai daerah.


“adapun jumlah Narkotika yang dimiliki yaitu Shabu 55.35 gram, Ganja 1.242,9 Gram, Gorilla 38.61 gram, 12 butir obat maxtril dan 977 Sachet Komix Serta Gayo 5.19 Gram” ujarnya.


selanjutnya, minuman keras yang di amankan yaitu miras jenis Captikus 4.274 liter, 297,25 Botol Bir Hitam, 690,2 Botol Bir Putih, 14 Botor Bir kawa, 7 botol aggur Merah dan hitam, Ciu 450 liter dan 60 botol Loergoutou serta 12 Botol Label merah.


“Diakhir, kabidhumas menghimbau kepada semua pihak untuk ikut berpartisipasi memerangi kejahatan narkoba, jangan sekali-sekali mencoba barang haram tersebut karena memakai dan mengedarkan barang tersebut merupakan Pidana, mari kita ciptakan Generasi muda Anti Narkoba” tutupnya.


Source : humaspolri

5/27/22

Kurang Lebih 2 Jam Dikejar, 1 ABK Berhasil Ditembak Ditpolairud Polda Malut

 


Ternate–FBINEWS


Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) melalui Dit Polairud mengamankan satu buah kapal dan 7 anak buah kapal (ABK) di perairan Taliabu, Jumat (27/5/2022) sekitar pukul 01.30 Wit.


Hal tersebut dibenarkan oleh juru bicara Polda Malut Kombes Pol. Michael Irwan Thamsil, S.I.K. saat dikonfirmasi melalui telepon whatsAppnya. Ya benar, personel marnit pulau taliabu dan personel KP XXX-2008 telah mengamankan kapal dan 7 orang awak kapal musda 02 di perairan taliabu karena melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak bom.



Ketika mendapatkan laporan masyarakat terkait adanya aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak yang dilakukan oleh nelayan dari Bokang Kabupaten Banggai, personel langsung melakukan kegiatan patroli rutin.


Kemudian personel menuju lokasi yang dilaporkan masyarakat dan mendapati satu kapal melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan bahan peledak, sehingga personel langsung melakukan tembakan peringatan, akan tetapi nahkoda tidak mengindahkan peringatan tersebut dan langsung melarikan diri menuju perairan pulau banggai.


“Kurang lebih 2 jam di kejar, personel berhasil melumpuhkan satu awak kapal dengan melakukan penembakan di paha kiri, baru kapal musda 02 matikan mesinnya dan para awak kapal keluar keatas dek,” terangnya 


Dari penangkapan tersebut, personel mengamankan 1 unit kapal, 1 ton ikan, 1 botol bom dengan menggunakan botol dan 1 bom menggunakan gelon 5 liter. Selanjutnya para awak kapal akan dibawa ke Dit Polairud Polda Malut untuk dilakukan penyidikan.


Untuk itu, Kabidhumas menghimbau kepada masyarakat Malut untuk menjaga kelestarian alam dengan melakukan penangkapan ikan sesuai dengan aturan yang ada, tidak menggunakan bahan peledak yang dapat merusak habitat. 


“Jika melihat atau mendapati kegiatan yang dapat membahayakan habitat dan melanggar aturan yang ada segera laporkan kepada kepolisian terdekat untuk segera ditindaklanjuti,” Tutupnya


ILON HI.M Marsaoly

4/30/22

Kekerasan Terhadap Ponakan Kades Tawabi Sudah Di Laporkan Ke Polisi

 



Halsel - Fbinews


Sebuah video berdurasi 5.38 menit yang menayangkan kekerasan dilakukan tiga remaja terhadap anak kecil, viral di Maluku Utara.


Aksi kekerasan yang diunggah di platform media sosial tersebut diduga terjadi di sebuah halaman sekolah SMA yang berlokasi di Kecamatan Bacan Timur Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara.



Dalam vidio singkat itu menayangkan ketiga anak remaja menyiksa satu anak kecil di sebuah halaman sekolah dan direkam. Bahkan dalam tayangan vidio itu korban terdengar menangis namun ketiga anak remaja tetap melakukan tindakan kekerasan.


Kapolsek Bacan Timur, IPDA Amirudin  membenarkan  kejadian yang viral di platform media sosial tersebut, dan pihaknya telah menerima laporan dari orang tua anak yang menjadi korban kekerasan ucap nya.


Kejadian itu sudah masuk ke Polsek Bacan Timur dan kemudian anggota coba mediasi tapi orang tua korban minta tetap di proses hukum ucap Amirudin.



Dan Amirudin juga mengatakan, menidaklanjuti pengaduan orang tua korban maka pihaknya telah melimpahkan laporan pengaduan ke Polres untuk di proses sesuai ketentuan.


Untuk Polsek Bacan Timur sendiri tidak punya penyidik maka anggota kami sudah buat laporan Polisi dan sudah dilimpahkan ke Polres bagian PPA untuk diproses sesuai ketentuan hukum,” tandasnya.

3/17/22

Diduga Palsukan Tanda Tangan,ketua BPD Timlonga Bakal Dipolisikan




 
Halsel - Fbinewsmalut.com
 


Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Marwin Sahran dan 2 Orang anggota BPD Desa Timlonga Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Hal-Sel)Diduga telah melakukan pemalsuan tanda tangan pada berita acara pemberhentian Kepala Desa (KADES) Timlong ( Nurdin M Nur). Rabu, 16 Maret 2022.


Kades Timlonga sebagai Korban dan masyarakat setempat yang merasa dirugikan dalam pemalsuan tanda tangan berita acara tersebut. 


Fatima Suleman mengaku dirinya tak mengetahui hal ini, demi menjaga hak dan martabat dirinya akan melaporkan ketua dan 2 orang anggota BPD desa Timlonga kec bacan timur di pihak berwajib.pungkas Fatimah.


Marwin Sahran selaku Ketua DPD Desa Timlonga akan dilaporkan ke Polres Halmahera Selatan dengan dugaan pemalsuan tanda tangan karena diduga kuat melanggar Pasal 263 Kitab KUHP tindak pidana.
 
“Nurdin ( Kades) Timlonga dan keluarga serta masyarakat tidak terima baik, karena ini menyangkut harga diri kami. Diketahui bahwa keluarga saya juga tidak menerima baik hingga sempat terjadi adut mulut dengan pelaku, dan persoalan ini kami akan laporkan ke pihak Polres Halmahera Selatan". tutur kades.Nurdin.
  
Sebab. Kades Timlonga dan keluarga Tidak puas dengan pemalsuan tanda tangannya tersebut, kami selaku korban memutuskan untuk melaporkan langsung masalah tersebut ke pihak Kasad Reskrim Polres Halmahera Selatan agar pihaknya dapat menindaklanjuti surat pengaduan yang dilayangkan kepada Camat Kecamatan Bacan Timur agar dimintai keterangannya.
 
Harapan saya agar pihak Kepolisian Reskrim Polres Halsel dapat melakukan panggilan yang bersangkutan, untuk dimintai keterangan pemalsuan tanda tangan yang dilayangkan ke Camat Bacan Timur ucap kades.
 
Bahmid Hamoda, yang menemani Fatima Suleman membenarkan, kedatangan pihaknya untuk memasukkan pengaduan pemalsuan tanda tangan pada Berita acara BPD, tanpa diketahui sepihak. 


"Padahal saya juga bagian dari anggota yang menjabat sebagai sekretaris BPD, tapi berita acara yang di buat tanpa di ketahui kami berdua". Ucap Bachmid.


Selanjutnya. Menurut Sekertaris Desa Timlonga, Bahri Hamid menyatakan sesuai dengan masyarakat dan korban selaku kades timlonga serta keluarganya tidak terima baik. Jadi kami akan koordinasi dengan Kepala kecamatan ( Camat) bacan timur, Niar Barakati.SH.M.Si, segera melakukan pemanggilan beberapa pelaku dugaan Pemalsuan tanda tangan tersebut agar diberhentikan dari ketua BPD serta diproses sesuai undang-undang yang berlaku." Tutur Bahri pada awak media via telpon seluler. Kamis 17/03/2022.


Tambah Kades Timlonga juga meminta Camat Secepatnya untuk melakukan panggilan pelaku sebagai Ketua BPD dan Sekertaris BPD Timlonga serta anggotanya agar diberhentikan dari jabatannya dan segera ditindaklanjuti ke pihak polres Halmahera Selatan karena diduga kuat  kasus pemalsuan tanda tangan pejabat lembaga pemerintah bisa dijerat dengan pasal 263 ayat 1 KUHP dimana ancaman pidananya maksimal adalah 6 bulan." tutup kades Nurdin.

(Haya).

3/12/22

Napi yang Kabur Lewat Jurus Loncatan Dari Motor, Akhirnya Tertangkap

 



TERNATE – FBINEWSMALUT.COM


Pria bekas pecatan polisi, Akhmad Dzulkarnain alias Zul (34) tahun, narapidana (Napi) kasus narkoba yang sempat kabur dari Lapas Klas IIA Ternate, akhirnya kembali dibekuk Tim gabungan Resmob Polsek Pulau Ternate dan Resmob Polres Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara, Saptu (12/3/2022).


AZ akhirnya berhasil dibekuk, Selama kurun waktu tiga hari melarikan diri.


Informasi yang dihimpun FBI.News, AZ bersembunyi di salah satu rumah warga, tepatnya di Desa Gamsungi Kecamatan Ibu Kabupaten Halmahera Barat.


Saat dikonfirmasi melalui Telepon genggam, Kapolsek Pulau Ternate, IPDA Mirna Oramali. Membenarkan adanya penangkapan pada Narapidana tersebut.


"Napinya hari ini akan segera dikembalikan ke Ternate," ucap Mirna.


Dari keterangan Kapolsek, yang bersangkutan diamankan sekitar pukul 01.30 WIT, dini hari dan langsung dibawa ke Polres Halbar oleh anggota Resmob Polsek Pulau Ternate di bantu Kanit Resmob Polres Halbar.


Sementara itu Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Jambula Ternate, Maman Hermawan saat dikonfirmasi FBI.News, pukul 14.40 Wit dini hari. Mengatakan, AZ adalah salah satu terpidana Lapas kelas IIA Jambula Ternate, yang diringkus oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Malut di tahun 2021 tentang penyalahgunaan narkoba yang divonis 6 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Ternate.


Perlu diketahui, Napi eks anggota Polisi atas nama Akhmad Dzulkarnain alias Jul (34) tahun itu kabur dari Lapas setelah mendapat izin menjenguk orangtuanya yang dikabarkan sedang sakit pada Rabu (9/3/2022) sekitar pukul 08.00 Wit.


"Kemudian saat mau dikembalikan ke lapas, AZ langsung melompat dari motor dan melarikan diri ke tempat keramaian," tutupnya 


ILON HI.M MARSAOLY

3/08/22

Tangkap Ratusan Botol Captikus, Ini Pesan Juru Bicara Polda Malut Kepada Masyarakat

 



Ternate–Fbinewsmalut.com


Unit Tipiring  Ditsamapta Polda Maluku Utara (Malut) menyita ratusan botol minuman keras (Miras) dari Bitung tujuan kota Ternate melalui jalur laut, yang bertempat di sekitar pelabuhan Ahmat Yani Ternate.


Kepada Wartawan Fbi.News, Kabidhumas Polda Malut Michael Irwan Thamsil S.I.K, saat dihubungi lewat telepon WhatsAppnya, Selasa (8/3/2022) menyampaikan, Ribuan botol Miras yang berhasil di sita unit tipiring tersebut di bawah pimpinan katim Aipda Rusdi Umabaihi beserta 1 regu personil Ditsamapta Polda Malut.


Kabidhumas menjelaskan, awalnya unit tipiring  mendapat informasi dari masyarakat yang mengatakan, ada minuman keras yang di bawah dari bitung tujuan Kota Ternate dengan mengunakan Kapal KM. SINABUNG berdasarkan irformasi tersebut tim langsung turun melakukan penyelidikan.


“Dari hasil penyelidikan,  tim berhasil Mengamankan Barang bukti Berupa 10 Karung besar putih, 1 Karung kecil putih, 11 Dus Aqua, 1 Koper Merah, 1 Koper Coklat, 1 Tas sekolah Anak, 2 Tas Jamaah haji dan 1 Koper Kecil Cokelat serta 1 Koper Hitam dengan total Jumlah 718 Botol Aqua Ukuran 1,5 Liter” jelas kabid.


Untuk miras jenis cap tikus tersebut belum diketahui identitas pemiliknya dan Seluruh barang bukti miras yang ditemukan tersebut diamankan di Mako Ditsamapta Polda Malut untuk diproses lebih lanjut.


Juru bicara Polda Malut juga menambahkan, pihaknya akan menindak lanjuti setiap laporan informasi dari masyarakat khususnya peredaran minuman keras (miras).


“Ini merupakan kegiatan untuk memberikan rasa aman dan mencegah terjadinya tindakan kriminalitas yang disebabkan oleh pengaruh Minuman keras (miras)” pungkas Kabidhumas.


ILON Hi.M Marsaoly

2/03/22

Tipu 23 Pembeli Oknum Pengembang Ditangkap Polres Tangerang Selatan


 

1/26/22

Dua Desa Di Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah Ambon Saling Serang.



Ambon - FbinewsMalut.Com


Melalui WhatsApp Jul Tahapary Rabu tanggal 26/1/2022 telah terjadi adu mulut oleh beberapa warga Desa Kariu dengan Korban Sdr. Abdul Karim Tuanakotta warga Dusun Ori Kec. P. Haruku Kab. Malteng yg mengakibatkan terjadinya konsentrasi massa oleh kedua Desa di perbatasan Desa Kariu dan Dusun Ori akibat salah paham terkait dengan batas tanah di Jembatan  O'oruku Dusun O'Oruku Selasa Tanggal 25/1/2022


Menurut keterangan dari Ibu Nurjanah Nurlete bahwa Korban Bpk. Abdul Karim Tuanakotta mendapat amanat dari Camat P. Haruku kemudian datang memberitahukan bahwa tanah/lahan berlokasi dibawah sekolah Alhairiyah (Ori) yang dijadikan kebun oleh warga Kariu itu bukan milik orang Kariu. 



Pada Pukul 14.30 WIT, terjadi adu mulut terkait lahan tersebut dgn beberapa warga Bpk Bernadus Leatomu (64 Thn, Agama Kristen Protestan, Pek. Tani, Alamat Desa Kariu Kec. P. Haruku Kab. Malteng), kemudian dijawab bahwa " Ale Punya Dasar Apa, Kalau Ale Seng rasa Puas lapor Beta Ke Pengadilan ".


Setelah terjadi kosentrasi massa antara kedua Desa Kariu dan Dusun Ori, akan tetapi Apkam langsung turun ke TKP Babinsa, Bhabinkantinmas, Anggota Satgas Pos Ramil, dan anggota Polsek P. Haruku dan langsung merelai kedua Desa.


Permasalahan tersebut sudah ditangani oleh Polsek P. Haruku, Koramil 1504-07/Haruku dan Satgas Pos Ramil P. Haruku, situasi di TKP aman terkendali.


Pemicu permasalahan tersebut akibat dari sengketa lahan yang sudah lama belum terselesaikan antara di Desa Kariu dengan Dusun Ori Kec. P. Haruku Kab. Malteng


setelah itu , terjadi pembantaian atas nama junedy leatomu di dusun ori... korban dipotong di atas motor dalam.perjalanan dari waimital ke kariu. Korban dibantai dengan parang.


Pewarta : LM

Redaktur : FUAD ABDULLAH

1/04/22

Janda Muda dan Tiga Pria Pengedar Narkoba di Tangkap Polres Ternate


 TERNATE–FBINews.net 

Empat tersangka pengedar narkoba jenis ganja dan sabu berhasil ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Ternate, Provinsi Maluku Utara, dari ke empat tersangka tersebut satu merupakan pegawai honorer lingkup Pemerintah Kota Ternate yang bekerja di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dengan inisial RMB alias Dimas (30), Selasa (4/1/2022).


Selain RMB, dari tangan ke tiga terduga tersangka masing-masing berinisial RZ alias Ika (29) SBA alias Sadam Eten (27) dan SA alias Julex (30), Satnarkoba berhasil menyita barang bukti Narkotika dengan rincian Ganja sebanyak 407, 4 gram dan Sabu 0,4 Gram.


Ke 4 (Empat) orang teduga tersangka dugaan kepemilikan narkotika golongan satu jenis ganja tersebut diamankan pada masing-masing di kediamannya.


Kapolres Ternate, AKBP Aditya Laksimada didampingi Kasat Narkoba, Iptu Joni Aryanto dan PS Kasihumas, Ipda Wahyuddin saat memaparkan press release awal tahun pada sejumlah awak media di Mapolres Ternate, dari tangan ke empat terduga tersangka tersebut, anggota berhasil mengamankan sejumlah barang bukti narkotika jenis ganja yang dipasok dari Jakarta melalui jasa pengiriman Kantor Pos.


“Ini awal tahun pengungkapan kasus narkoba dari Satnarkoba Polres Ternate dengan 4 nomor Laporan Polisi yang cantik (LP), baik LP Nomor 1 hingga LP Nomor 4, dengan total barang bukti kurang lebih setengah kilogram,” ucap Kapolres


Menurut Kapolres, paket ganja yang dipasok dari Jakarta ke Ternate ini merupakan paket yang akan diedarkan pada malam pergantian tahun. Hanya saja, sebelum beredar habis, paket tersebut berhasil diamankan beserta dengan para terduga tersangka


"Dugaannya, barang ini akan diedarkan pada saat pergantian tahun, tapi sudah diamankan sebelum berhasil diedarkan habis,” jelasnya.


Kapolres juga mengaku, dari tangan terduga tersangka SBA alias Sadam Eten, anggota berhasil mengamankan barang bukti berupa empat sachet berukuran kecil berisi narkoba dengan berat brutto 3,2 gram dan satu bungkus rokok sampoerna, satu unit handphone beserta kartu sim.


Sementara untuk tersangka Ika, anggota mengamankan satu sachet narkoba berukuran besar seberat 252 gram, 14 sachet kecil ganja dengan berat 23 gram, 1 bungkus rokok marlboro, 1 HP beserta kartu sim.


Dari tersangka RMB alias Dimas, anggota berhasil mengamankan barang bukti berupa 27 sechet kecil ganja seberat 55 gram, 1 paket ganja berukuran kecil, 1 satu tas gantung, 1 HP beserta kartu sim.


Lanjut Kapolres, untuk tersangka SA alias Julex, anggota mengamankan sejumlah barang bukti berupa 60 sachet kecil ganja seberat 118 gram, satu cup plastik berisi ganja seberat 18 gram, satu sachet kecil berisi sabu seberat 0,4 gram, 1 linting kertas rokok berisi ganja seberat 0,4 gram, satu lembar gulungan kertas berisi ganja seberat 0,8 gram, satu pak sachet plastik, satu bungkus rokok sampoerna, satu tas gantung serta 1 HP beserta kartu sim.


Sementara itu, Kasat Narkoba Iptu Joni Aryanto menuturkan, dari pengakuan tersangka Ika, barang tersebut dikirim oleh salah satu narapidana (Napi) yang saat ini berada di Jakarta.


“Jumlah total barang yang dikirim dari Jakarta itu kurang lebih 1 kg, tapi setengah kilo sudah berhasil dijual dan sudah langsung disetor ke napi di Jakarta, sementara barang sisa kurang lebih setengah kilo ini merupakan barang yang dijual untuk keuntungan para tersangka,” tegasnya.


kata Kasat, empat terduga tersangka yang diamankan ini memiliki peran masing-masing untuk mengedarkan ganja di Kota Ternate.


Misalnya Ika (29) janda 2 anak ini, merupakan orang yang berkomunikasi dengan salah satu napi di Jakarta untuk diedarkan di Ternate, sementara tiga lainnya berperan untuk menjemput kemudian diedarkan di Ternate.


Kasat menegaskan, dari penangkapan tersebut, pihaknya masih akan terus melakukan penyidikan untuk mengetahui apakah ada tersangka lain dari empat tersangka yang sudah diamankan tersebut.


“Ke empatnya tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika,” pungkasnya.


Pewarta ; ILON HI.M Marsaoly

Redaktur ; Fuad Abdullah

FBINEWS JATENG