Minggu, 23 Januari 2022

Klarifikasi Dugaan Penggelapan Upah Kerja Kelompok,Masyarakat Desa Manatahan Penuhi Panggilan Polres Halmahera Selatan


Halsel.  ~.  Fbinewsmalut.Com


Muhtar Arief SH.ketua LSM ( LPMD) Kabupaten Halmahera Selatan pada hari kamis 6 januari 2022 melaporkan Kades Manatahan Mardan Launjadi ke Polres Halsel,atas dugaan penggelapan upah kerja kelompok pekerjaan jalan setapak dengan volume 99 m.tahun anggaran 2019.




Senin 24/1//2022 Polres Halsel melakukan pemanggilan saksi terlapor untuk mengklarifikasi kasus dugaan penggelapan upah kerja kelompok yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Manatahan( Mardan Launjadi). 


Anggota kelompok kerja jalan setapak.yakni Wa Ara Laudin,Ramlan lagala,La Capu La Gure,La jalia la jaoja, dan Tanri Lawuwu memenuhi panggilan Polres Halsel sebagai saksi terlapor.


Dalam pantaun awak media fbinews, saat mewawancarai salah satu masyarakat  Ramlan la gala. Menjelaskan bahwa dalam pekerjaan jalan setapak dengan Volume 99m Tahun anggaran 2019.dan atas kesepakatan Pemerintah Desa Manatahan dengan ketua-ketua serta anggota kelompok kerja, dengan besar upah kerja perkelompok Rp.7.000.000. ''ucapnya''



Terpisah, salah satu anggota kelompok juga mengatakan bahwa.memang pada saat pekerjaan sudah selesai dan para ketua kelompok dari 10 kelompok kerja meminta upah kerja dan ternyata dari bendahara Desa dan Kades Manatahan hanya memberikan  Rp. 4.000.000 upah tidak bayar sepenuhnya sebagaimana yang telah  di sepakati. 



Lanjut, pada saat itu juga kami semua anggota kelompok kerja, datang ke kediaman Kades dan mempertanyakan hal tersebut. terkait dengan sisa upah yang belum penuhi sebesar Rp 3.000.000.  Kades pun memberikan pernyataan  bahwa sisa upah Rp.3.000.000, tersebut adalah untuk uang jaga - jaga .''ucap wa Ara.''




Terpisah, sudara Mohtar Arief SH, menyatakan bahwa hal seperti ini tidak bisa dibiarkan, karena sangat merugikan masyarakat. Kami berharap pada Instansi-Instansi terkait harus menindak sesuai dengan peraturan yang berlaku. saya akan tetap mengawal kasus ini sampai adanya titik terang terkait dengan penggelapan upah kerja kelompok ini.Apabila kasus ini tidak dapat diselesaikan oleh Kades, maka masalah ini akan kami tindak lanjuti dengan tingkat pemeriksaan administrasi. "Tegasnya''


Sementara Kades Manatahan Mardan Launja. Pada saat awak media fbinews mewawancarai.menjelaskan dalam rapat dengan masyarakat desa terkait dengan upah kerja kelompok itu masyarakat kurang mengerti.karena yang di inginkan kelompok kerja,bahwa dana itu dibagi habis.tutur kades.



Menurut pernyataan Kades di hadapan Penyidik Briptu Aswin Kalam diruang 1 Reskrim, ini hanya Diskomunikasi saja, karena pada saat rapat saya tidak pernah memberikan pernyataan bahwa upah kerja sebesar 7 juta tapi hanya 16 juta dan sisanya itu untuk matrial lokal,toko dan pajak. Kades Manatahan pun minta untuk di adakan rapat kembali agar tidak ada Diskomunikasi. ''tutupnya .


(haya)

Redaktur (F.A)

FBINEWS JABAR